Generasi Emas Agen Perubahan

                  AKU GENERASI UNGGUL                                     KEBANGGAAN
                       BANGSA INDONESIA

Saya adalah seorang mahasiswa angkatan 2016 yang menyelesaikan studi terakhirnya di SMA Negeri 1 Telukdalam dengan jurusan IPA.  Memasuki salah satu sekolah favorit di kota saya merupakan hal yang sangat menantang, disebabkan karena saya berasal dari daerah   tertinggal. Semangat dan  kerja keras serta ketekunan diri saya didalam belajar menghasilkan buah yang cukup memuaskan yaitu terpilih sebagai peserta olimpiade Astronomi dan sebagai juara umum. Mengikuti Olimpiade tingkat kabupaten pada bulan april 2014 saya meraih juara 1 dan melanjutkan untuk mewakili kabupaten ditingkat provinsi. Semasa SMA, saya aktif dalam kegiatan sekolah sehingga pada tahun 2015 saya terpilih sebagai ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS), pada tahun yang sama juga terpilih sebagai peserta olimpiade dan meraih juara I (satu) olimpiade matematika tingkat kabupaten dan sebagai peserta lomba cerdas cermat (LCC)  tingkat provinsi yang dilaksanakan dihotel garuda plaza medan. Kecintaan dan kepedulian terhadap pendidikan, saya membentuk satu kelompok belajar untuk  junior yang didalamnya meliputi kegiatan belajar mengajar, sharing, dan kegiatan pengenalan budaya. Tujuan saya membentuk kelompok itu untuk memacu semangat belajar, mempersiapakn diri menjadi generasi emas ditahun 2045, dan menghindari kegiatan yang kurang membangun seperti menjadi anggota geng motor, pemakaian narkoba, pergaulan bebas, dan lain-lain. Berbagai prestasi akademik yang saya raih, menjadi awal untuk mengembangkan potensi kepemimpinan dan kecakapan.
Menjadi seorang pemimpin merupakan impian besar bagi diri saya. Sehingga terpilihnya sebagai ketua OSIS, hal ini menjadi awal dan kesempatan untuk lebih percaya diri, mampu membuat subuah keputusan, dan menjadi orang yang dapat dipercaya banyak orang. Satu prestasi yang berhasil saya raih semasa menjabat sebagai ketua OSIS adalah terlaksananya pentas seni di kabupaten nias selatan dengan tema “gold generation agent of changes” (generasi emas agen perubahan). Awalnya pentas seni itu kami rancang untuk kami laksanakan hanya disekolah kami sendiri, tetapi ketika kami membuat sebuah proposal kepada pemerintahan kabupaten akhirnya mereka menyetujui pelaksanaan itu dan menjadikan pentas seni tersebut sebagai kegiatan pelajar ditingkat kabupaten dengan menjadikan kepengurusan OSIS SMAN 1 Telukdalam sebagai panitia inti dalam kegiatan tersebut. Dalam mempersiapakan kegiatan itu, dengan waktu yang cukup cepat kurang lebih 3 bulan, saya selalu menjadikan sekolah dan terkhususnya ruang OSIS sebagai tempat penginapan sementara, sehingga orangtua selalu datang mengantarkan pakaian serta kebutuhan saya sendiri. Hal itu kami lakukan disebabkan karena pada waktu yang berdekatan juga, kami dari pengurus OSIS akan melaksanakan kegiatan untuk  menyambut HUT PGRI. Akhirnya, usaha dan kerja keras yang sungguh-sungguh dari hati, ternyata kegiatan kedua-duanya dapat terlaksana dengan amat lancar dan baik.  Sebagai ketua panitia pentas seni pelajar dan sekaligus sebagai ketua OSIS mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan, menjadi orang yang mampu memanajemenkan orang, waktu, dan lebih disiplin. Dari kegiatan inilah awal kepemimpinan saya mendapat pelajaran dan pengalaman amat besar.
Saya adalah seorang mahasiswa Fisika di universitas sumatera utara (USU) angkatan 2016. Memasuki perguruan tinggi ini sangat membutuhkan keseriusan belajar dan pengorbanan. Alasan saya memilih jurusan fisika adalah karena dengan belajar fisika menuntut saya untuk tidak mudah mengambil suatu keputusan terhadap suatu hal baik itu isu, teori, dan lain sebagainya. Melainkan saya dituntut untuk melakukan suatu hipotesis atau penelitian terhadap problema, isu atau teori tersebut.  Keseriusan saya dalam belajar, saya mendapatkan nilai yang cukup memuaskan dan tentunya tetap terus semangat mempertahankan dan meningkatkannya kedepan.  Menjadi seorang mahasiswa bagi saya tidak hanya sekedar belajar tetapi mempersiapkan diri menjadi seorang lulusan yang berintegritas, berani, loyalitas, berpengalaman serta memiliki kecakapan yang baik. Akhirnya dengan  item diatas saya selalu mengikuti beberapa organisasi yang berada di kampus saya sendiri dan mengimbangi dengan penguatan program kreativitas mahasiswa (PKM). Didalam organisasi saya belajar bagaimana menjadi seorang yang besar dan menjalin hubungan baik dengan orang lain yang berbeda suku, agama, ras, bahasa, etnis, dan menjadikan perbedaan itu sebagai sesuatu pembelajaran yang mempersatukan. Organisasi yang saya ikuti untuk sekarang ini meliputi UKM-KMK USU, ForMan USU.  Sedangkan didalam pembuatan PKM saya belajar bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan membangun sesuatu yang unik, menarik dan dapat bermanfaat.  Selain itu dikampus saya ada sebuah organisasi yang bernama inkubator, dimana organisasi ini adalah mencari mahasiswa yang berminat menjadi seorang peneliti ilmiah, dan memasuki proses ini menjalani beberapa tes seperti administrasi, dan wawancara, sehingga tahap wawancara saya dinyatakan lolos. Pada tahap ini saya membuat suatu program kreativitas mahasiswa yang mengarah terhadap produk dalam negeri, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Saya melihat pemuda sekarang ini malu menggunakan produk yang berasal dari tanah air kita sendiri, lantang di anggap sebagai generasi kuno, tak ada kemajuan.
Membangun generasi emas yang dapat membawa perubahan menjadi harapan besar. Saya bermimpi besar agar anak- anak Indonesia khususnya dari daerah tertinggal dapat mengenal dunia pendidikan. Bagi saya, keberhasilan terbesar adalah ketika berhasil membangun dan mensukseskan sumber daya manusia. Rasa cinta dan kepedulian  terhadap pendidikan masa kini, saya membentuk suatu kelompok dikampung yang terbuka bagi umum. Awal anggota dalam kelompok tersebut adalah 3 orang tetapi sekarang melebihi dari 15 orang. Meskipun saya meinggalkan kelompok belajar tersebut demi untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi saya selalu tetap memotivasi betapa pentingnya belajar melalui alat elektronik.
Pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh semasa menjalani pendidikan, saya memiliki mimpi yang amat besar yaitu menjadi seorang generasi emas yang dapat membawa perubahan. Sumber daya manusia yang dimiliki daerah saya sendiri sangatlah memprihatikan, sehingga banyak pemuda dan orangtua berpikir bahwa menuntut ilmu tidaklah amat penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah ketika mendapat uang dalam sehari. Hal itu disebabkan karena kurangnya biaya pendidikan dan kurangnya kesadaran serta    pemahaman bagi masyarakat betapa pentingnya belajar. Dengan melihat keadaan tersebut menjadi impian terbesar untuk mengubah pola pikir masyarakat dan membangun sarana dan prasarana belajar. Setelah menyelesaikan studi dengan tepat waktu saya ingin berdampak terhadap pembangunan sumber daya manusia dengan menjadi relawan pengajar dan menyalurkan pengetahuan fisika yang saya peroleh semasa menjalani pendidikan. Pembangunan terhadap generasi, tentunya akan sangat berdampak bagi pembangunan daerah tersebut untuk selanjutnya, karena pembangunan pendidikan merupakan pembangunan semua aspek dari daerah atau Negara tersebut. Dalam hal ini, tentunya tidak mungkin jika saya hanya menjalankannya sendiri, saya berencana untuk melakukan kerjasama terhadap teman lain yang memiliki minat untuk membangun daerah sendiri. Menurut saya yang perlu di ubah terlebih dahulu  adalah pola pikir masyarakat. Selain itu, saya sebagai jurusan ilmu Fisika ingin terus mengembangkan pengetahuan yang berhubungan dengan ilmu alam. Karena segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu alam, didapatkan tidak sekedar tanggapan atau teori saja, melainkan hal itu dipastikan kebenarannya karena ada pembuktian yang dilakukan sebelumnya.
Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini,  saya ingin mengasah diri saya terhadap cara seorang pemimpin yang bijak menghadapi masyarakat yang belum mengenal betapa pentingnya pendidikan, dan ingin terus melanjutkan pendidikan saya kepada jenjang yang lebih tinggi. Saya juga ingin juga berkontribusi dengan menjadi pelatihan guru, karena disana diajarkan cara menghadapi siswa dengan penuh rasa sabar  dan terus berusaha sampai peserta didik tersebut berhasil menjadi sosok generasi yang berguna, dan membawa perubahan. Sehingga dengan demikian, anak Indonesia menjadi generasi yang mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berintegritas, bermanfaat, berwawasan global dan memiliki daya saing terhadap perkembangan jaman.

Komentar

Posting Komentar